Serbakabar.com – JAKARTA – Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, secara resmi menyampaikan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Gubernur DKI Jakarta Tahun Anggaran 2025. Dalam Rapat Paripurna yang digelar di Gedung DPRD DKI Jakarta, Gambir, pada Senin (20/4), Wagub Rano memaparkan berbagai capaian krusial yang menempatkan Jakarta sebagai pemimpin pembangunan nasional, terutama dalam sektor kualitas hidup manusia dan stabilitas ekonomi.
Penyampaian LKPJ ini merupakan bentuk transparansi pemerintah daerah dalam mempertanggungjawabkan penggunaan APBD serta mengukur efektivitas program kerja yang telah dijalankan sepanjang tahun 2025.
Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Jakarta Melampaui Target
Salah satu sorotan utama dalam pidatonya adalah angka Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Jakarta yang mencatatkan rekor baru. Wagub Rano mengungkapkan bahwa IPM Jakarta pada tahun 2025 mencapai 85,05, mengalami kenaikan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya yang berada di angka 84,15.
“Kinerja pembangunan manusia Jakarta tahun ini adalah yang tertinggi di Indonesia. Peningkatan ini didorong oleh perbaikan di seluruh dimensi kehidupan warga, mulai dari akses pendidikan hingga kualitas kesehatan,” tegas Wagub Rano.
Beberapa indikator kesejahteraan yang turut menguat antara lain:
• Angka Harapan Hidup: Mencapai 76,27 tahun.
• Standar Hidup Layak: Meningkat sebesar 3,62% dibandingkan tahun lalu.
• Tingkat Kepesertaan JKN: Mencapai 99,94%, hampir mencakup seluruh populasi Jakarta.
Pertumbuhan Ekonomi dan Pengelolaan Inflasi yang Sehat
Di tengah dinamika ekonomi global, Jakarta tetap menunjukkan resiliensi yang luar biasa. Pertumbuhan ekonomi Jakarta tahun 2025 tercatat sebesar 5,21%, angka ini berada di atas rata-rata pertumbuhan ekonomi nasional yang sebesar 5,11%.
Secara nominal, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Jakarta atas dasar harga berlaku menyentuh angka Rp3.926 triliun. Keberhasilan ini juga dibarengi dengan kemampuan pemerintah dalam menjaga stabilitas harga pangan dan jasa, di mana inflasi tetap terkendali pada level 2,63% (yoy).
Sektor investasi pun menunjukkan performa gemilang dengan realisasi mencapai Rp270,9 triliun, menandakan kepercayaan investor yang tinggi terhadap iklim usaha di Jakarta sebagai calon kota global.
Realisasi APBD dan Alokasi Pembiayaan Daerah
Terkait postur keuangan daerah, Wagub Rano memaparkan rincian realisasi APBD 2025 sebagai berikut:
1. Pendapatan Daerah: Terealisasi Rp80,02 triliun (94,75% dari target Rp84,45 triliun).
2. Belanja Daerah: Terealisasi Rp76,09 triliun (88,50% dari target Rp85,97 triliun).
3. Penerimaan Pembiayaan: Rp7,33 triliun, yang bersumber dari Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) serta pinjaman dalam negeri.
Pengeluaran pembiayaan sebesar Rp5,44 triliun dialokasikan secara strategis untuk memperkuat BUMD, termasuk penyertaan modal kepada PT Jakpro dan PT MRT Jakarta, guna mempercepat proyek-proyek strategis daerah.

Penurunan Angka Kemiskinan dan Program Sosial
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga sukses menekan angka kemiskinan menjadi 4,03% per September 2025. Penurunan ini diklaim sebagai hasil dari konsistensi berbagai program jaring pengaman sosial, seperti:
• KJP Plus: Menjangkau 707.513 penerima manfaat.
• Sekolah Swasta Gratis: Program baru yang sudah menyasar 40 institusi pendidikan swasta.
• Kartu Lansia Jakarta (KLJ): Memberikan perlindungan ekonomi bagi warga senior.
• Pasukan Putih: Penguatan layanan kesehatan home service yang langsung menyentuh rumah tangga warga.
Infrastruktur dan Transformasi Kota Global
Dalam hal infrastruktur, Jakarta terus berbenah untuk mendukung mobilitas warga. Saat ini, kondisi jalan mantap di Jakarta telah mencapai 97,35%. Sementara itu, pembangunan transportasi publik modern terus dikebut, dengan progres MRT Jakarta Fase 2A yang kini telah mencapai 55,89%.
Menutup paparannya, Wagub Rano Karno menekankan bahwa seluruh capaian ini merupakan hasil kolaborasi erat antara eksekutif dan legislatif. Ia berharap sinergi ini terus terjaga untuk mendorong transformasi Jakarta menjadi kota global yang tidak hanya kompetitif di kancah internasional, tetapi juga tetap menyejahterakan seluruh lapisan warganya.
“Semoga kolaborasi ini dapat terus mewujudkan Jakarta sebagai pusat ekonomi dan kota global yang berdaya saing tinggi,” pungkasnya.
Keywords: LKPJ Jakarta 2025, Wagub Rano Karno, IPM Jakarta tertinggi, Ekonomi Jakarta 2025, MRT Jakarta Fase 2A, APBD DKI Jakarta, KJP Plus.





