Sebarkabar.com – Jakarta – Berikut adalah panduan praktis dan ringkas tata cara sholat jenazah untuk mayit laki-laki dan perempuan berdasarkan fiqih Mazhab Syafi’i, lengkap dengan ilustrasinya.
Panduan ini disusun agar mudah dipahami dan dipraktikkan segera, dengan fokus pada rukun-rukunnya yang wajib.
Syarat Sebelum Memulai
Suci: Musholli (orang yang sholat) harus suci dari hadats besar/kecil, menutup aurat, dan menghadap kiblat.
Jenazah Suci: Jenazah sudah dimandikan dan dikafani.
Posisi Jenazah: Jenazah diletakkan di depan Imam (kecuali sholat ghaib).
Perbedaan Posisi Imam dan Niat
Ini adalah perbedaan utama teknis antara jenazah laki-laki dan perempuan.
A. Untuk Jenazah Laki-laki (Wahid)
Posisi Imam: Imam berdiri sejajar dengan KEPALA jenazah.
B. Untuk Jenazah Perempuan (Wahidah)
Posisi Imam: Imam berdiri sejajar dengan PINGGANG/PUSAR jenazah.
Ilustrasi Posisi Imam
Berikut adalah ilustrasi posisi Imam saat menyalatkan jenazah laki-laki dan perempuan:

Tahapan Gerakan dan Bacaan (4 Takbir, Tanpa Ruku’ & Sujud)
Sholat jenazah dilakukan sambil berdiri tegak dari awal hingga akhir.
1. Takbir Pertama (Takbiratul Ihram) + Niat
Angkat tangan sejajar telinga/bahu, ucapkan “Allahu Akbar”.
Letakkan tangan bersedekap di dada.
Berniat di dalam hati (sesuai jenis kelamin jenazah di atas).
Wajib Membaca: Surat Al-Fatihah (secara lengkap).
Niat Sholat Jenazah untuk Laki-laki ( jadi Makmum):
أُصَلِّي عَلَى هَذَا الْمَيِّتِ أَرْبَعَ تَكْبِيرَاتٍ فَرْضَ كِفَايَةِ مَأْمُومًا لِلهِ تَعَالَى
“Usholli ‘ala hadzal mayyiti arba’a takbiirotin fardho kifaayati ma’muman lillahi ta’ala.”
Artinya: “Saya niat sholat atas mayit laki-laki ini empat takbir fardhu kifayah sebagai makmum karena Allah Ta’ala.”
Keterangan:
- Jika Anda menjadi Imam, ganti kata “ma’muman” menjadi “imaaman”).
- Jika mayyid perempuan, ganti lafadz هذا (Hadza) jadi هذه ( Hadzihi).
2. Takbir Kedua
Angkat tangan kembali, ucapkan “Allahu Akbar”. Bersedekap kembali.
Wajib Membaca: Shalawat Nabi.
Ringkasnya: “Allahumma sholli ‘ala Sayyidina Muhammad.” ( Boleh baca solawat yang lain)
3. Takbir Ketiga (Inti Doa)
Angkat tangan kembali, ucapkan “Allahu Akbar”. Bersedekap kembali.
Wajib Membaca: Doa khusus untuk Jenazah. Di sinilah dhomir (kata ganti) berubah sesuai jenis kelamin.
Untuk Jenazah Laki-laki: “Allahummaghfir lahu warhamhu wa’aafihi wa’fu ‘anhu.” (Ya Allah, ampunilah dia, berilah rahmat kepadanya, sejahterakanlah dia, dan maafkanlah kesalahannya).
Untuk Jenazah Perempuan: “Allahummaghfir lahaa warhamhaa wa’aafihaa wa’fu ‘anhaa.” (Ya Allah, ampunilah dia, berilah rahmat kepadanya, sejahterakanlah dia, dan maafkanlah kesalahannya).
(Boleh membaca doa yang lebih panjang jika hafal, namun bacaan di atas sudah mencukupi rukun).
4. Takbir Keempat
Angkat tangan terakhir kali, ucapkan “Allahu Akbar”. Bersedekap kembali.
Disunnahkan membaca doa sebelum salam.
5. Salam
Ucapkan salam sambil menoleh ke kanan lalu ke kiri (seperti sholat biasa).
“Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wa Barakaatuh.”
Referensi Pembahasan di Atas:
1. Kitab Al-Umm (Imam Syafi’i):
“Aku menyukai imam berdiri pada jenazah laki-laki di sisi kepalanya, dan pada perempuan di sisi tengahnya (pinggang).” (Jilid 1, Hal. 313).
2. Kitab Matan Al-Ghayah wa At-Taqrib (Abu Syuja’):
Menjelaskan bahwa rukun sholat jenazah ada 7: (1) Niat, (2) Empat takbir, (3) Berdiri, (4) Membaca Al-Fatihah, (5) Shalawat Nabi setelah takbir kedua, (6) Doa untuk mayit setelah takbir ketiga, (7) Salam.
3. Kitab Minhaj ath-Thalibin (Imam Nawawi):
Menegaskan kewajiban membaca Al-Fatihah dan urutan takbir yang tidak boleh tertukar.
4. Kitab Fathul Mu’in (Syaikh Zainuddin Al-Malibari):
Memberikan detail dhomir (kata ganti) dalam doa yang harus disesuaikan dengan jenis kelamin jenazah agar makna doanya tepat.





