Serbakabar.com – PALU – Menteri Sosial Saifullah Yusuf, yang akrab disapa Gus Ipul, memberikan apresiasi tinggi kepada Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) dan Pemerintah Kabupaten Sigi atas komitmen nyata mereka dalam mendukung program Sekolah Rakyat. Sinergi lintas instansi ini dinilai menjadi kunci keberhasilan dalam mencetak generasi muda yang tangguh, mandiri, dan optimis di wilayah tersebut.
Apresiasi tersebut disampaikan Gus Ipul usai menghadiri dialog strategis bertajuk “Kolaborasi Program Prioritas Presiden Bersama Pemda dan Pilar Sosial” yang digelar di Kantor Gubernur Sulawesi Tengah pada Senin (20/4). Pertemuan ini dihadiri oleh Wakil Gubernur Sulteng Reny A. Lamadjido, Bupati Sigi Mohamad Rizal Intjenae, serta Wakil Bupati Samuel Yansen Pongi.
Dampak Nyata: Perubahan Karakter dan Kepercayaan Diri
Kehadiran Menteri Sosial di Bumi Tadulako disambut dengan kemeriahan luar biasa oleh para siswa Sekolah Rakyat. Berbagai pertunjukan seni mulai dari yel-yel penuh semangat, tarian tradisional khas Sulteng, hingga pembacaan pidato dan puisi ditampilkan dengan apik. Hal ini menunjukkan bahwa Sekolah Rakyat tidak hanya memberikan pengajaran literasi, tetapi juga ruang bagi anak-anak untuk mengeksplorasi bakat dan identitas budaya mereka.
Dalam dialog interaktif yang berlangsung hangat antara guru dan siswa, Gus Ipul mengamati adanya perkembangan psikologis yang signifikan pada para peserta didik. Ia mencatat bahwa dalam kurun waktu dua semester berjalan, Sekolah Rakyat telah berhasil mengubah pola pikir siswa menjadi lebih visioner dan berani bermimpi besar.
“Sekolah Rakyat bukan sekadar tempat belajar formal di luar sistem konvensional, tapi merupakan wadah pembentukan karakter. Saya melihat siswa-siswa kita sekarang jauh lebih optimis dan percaya diri. Mereka memiliki ‘api’ dalam diri mereka untuk maju,” ujar Gus Ipul dengan nada bangga.
Infrastruktur Permanen: Investasi Masa Depan
Keberhasilan program ini tidak berhenti pada aspek kurikulum semata. Pemerintah menyadari bahwa kenyamanan belajar memerlukan dukungan infrastruktur yang memadai. Oleh karena itu, saat ini pembangunan fisik Sekolah Rakyat permanen tengah dikebut di beberapa titik strategis di Sulawesi Tengah, yang meliputi:
- Kota Palu: Sebagai pusat administrasi dan edukasi.
- Kabupaten Sigi: Wilayah yang menjadi pilot project dengan keterlibatan aktif pemerintah daerah.
- Kabupaten Buol: Menyasar masyarakat di wilayah utara Sulawesi Tengah.
- Kabupaten Tojo Una-una: Memperluas akses pendidikan bagi masyarakat di wilayah kepulauan dan pesisir.
Langkah pembangunan infrastruktur permanen ini bertujuan untuk memberikan kepastian bagi masyarakat bahwa program ini bersifat berkelanjutan (sustainable). Dengan fasilitas yang layak, diharapkan proses transfer ilmu dan pembentukan karakter dapat berjalan lebih efektif dan menjangkau lebih banyak anak-anak yang selama ini kesulitan mengakses pendidikan formal.

Penguatan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN)
Selain fokus pada pendidikan, Kementerian Sosial (Kemensos) bersama Pemerintah Provinsi Sulteng terus memperkuat koordinasi teknis terkait Pemutakhiran Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Gus Ipul menekankan bahwa akurasi data adalah “ruh” dari keberhasilan program pemerintah.
Dengan data yang sinkron dan mutakhir, program-program bantuan sosial, termasuk subsidi pendidikan di Sekolah Rakyat, akan berjalan tepat sasaran. Hal ini krusial untuk memastikan bahwa sumber daya negara benar-benar menyentuh lapisan masyarakat yang paling membutuhkan, sehingga kesenjangan sosial di Sulawesi Tengah dapat ditekan secara signifikan.
Menuju Indonesia Emas 2045
Menteri Sosial juga menegaskan bahwa kolaborasi di Sulawesi Tengah ini merupakan bagian dari cetak biru besar menuju Indonesia Emas 2045. Menurutnya, bangsa yang besar hanya bisa dibangun oleh generasi yang memiliki ketangguhan mental dan kecerdasan intelektual yang seimbang.
“Kita sedang menyiapkan pemimpin masa depan. Apa yang dilakukan di Sigi, Palu, dan wilayah lain di Sulteng hari ini adalah investasi jangka panjang. Komitmen para siswa untuk terus belajar adalah modal utama kita untuk menjadi negara maju pada satu abad kemerdekaan nanti,” tambahnya.
Wakil Gubernur Sulteng, Reny A. Lamadjido, dalam kesempatan yang sama menyatakan komitmen penuh provinsi untuk terus mendampingi pemerintah pusat. Sementara itu, Bupati Sigi Mohamad Rizal Intjenae menegaskan kesiapan daerahnya menjadi laboratorium sosial bagi program-program kesejahteraan masyarakat yang inovatif.
Sinergi antara pusat dan daerah ini membuktikan bahwa dengan komunikasi yang baik dan visi yang selaras, tantangan pendidikan dan sosial di daerah terpencil sekalipun dapat diatasi dengan solusi yang nyata dan berdampak luas.





