Serbakabar.com – SULAWESI TENGAH – Menteri Sosial RI, Saifullah Yusuf, yang lebih akrab disapa Gus Ipul, melakukan kunjungan kerja strategis ke Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 22 Sigi pada Senin (20/4/2026). Kunjungan ini bukan sekadar seremonial, melainkan langkah konkret untuk memastikan bahwa misi digitalisasi pendidikan bagi keluarga prasejahtera berjalan sesuai jalurnya demi menyongsong visi besar Indonesia Emas 2045.
Setibanya di lokasi, suasana hangat langsung terasa saat Gus Ipul disambut dengan tarian tradisional yang diperagakan dengan penuh semangat oleh para siswa. Irama musik daerah yang selaras dengan gerakan luwes siswa seolah menjadi simbol kebangkitan pendidikan di wilayah Sigi. Gus Ipul tampak menikmati sambutan tersebut sebelum melangkah lebih jauh untuk meninjau infrastruktur pendidikan yang menjadi jantung dari sekolah rakyat ini.
Membedah Fasilitas Digital: Bukan Sekadar Simbol
Dalam peninjauannya ke ruang-ruang kelas, Gus Ipul memusatkan perhatian pada ketersediaan perangkat teknologi. Ia mengecek secara detail penggunaan laptop oleh siswa dan operasional smartboard yang kini menjadi standar baru dalam proses belajar-mengajar di SRMP 22 Sigi. Baginya, teknologi adalah “jembatan” yang harus kokoh agar anak-anak di daerah tidak tertinggal oleh kemajuan zaman di kota-kota besar.
“Pemerintah ingin memastikan bahwa perangkat seperti laptop dan perlengkapan pendukung lainnya tidak hanya tersedia sebagai pajangan administratif. Semua harus dimanfaatkan secara maksimal untuk kebutuhan pembelajaran. Kita ingin anak-anak di sekolah rakyat ini memiliki literasi digital yang setara dengan siswa di Jakarta atau kota besar lainnya,” tegas Gus Ipul di sela-sela interaksinya dengan para siswa.
Antusiasme siswa terlihat jelas saat mereka mempraktikkan penggunaan laptop di bawah bimbingan guru. Dengan mata yang berbinar, para siswa menunjukkan bagaimana mereka mengakses materi pembelajaran digital. Gus Ipul berharap, dengan adanya fasilitas ini, minat belajar anak-anak akan meningkat drastis, sehingga angka putus sekolah dapat ditekan hingga ke titik terendah.
Keseimbangan Teknologi dan Karakter Literasi
Ada satu aspek yang menarik perhatian Menteri Sosial dalam kunjungan ini, yakni penerapan disiplin ketat terkait penggunaan gawai pribadi atau handphone. Gus Ipul memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada pihak sekolah yang berhasil menerapkan kebijakan pembatasan penggunaan handphone selama jam sekolah.
Kebijakan ini terbukti efektif dalam menghidupkan kembali budaya literasi manual. Gus Ipul menyaksikan sendiri bagaimana para siswa memanfaatkan waktu istirahat mereka untuk membaca buku di taman-taman sekolah yang asri serta di perpustakaan. Menurutnya, keseimbangan antara kemampuan teknologi digital dan kedalaman membaca buku fisik adalah kombinasi sempurna dalam membentuk karakter anak bangsa.
“Saya berterima kasih kepada seluruh tenaga pendidik dan pendamping. Membimbing anak-anak di era distraksi digital ini tidak mudah. Dengan membatasi penggunaan HP, kita memberikan ruang bagi otak mereka untuk berpikir kritis melalui membaca dan berinteraksi sosial secara langsung,” tambahnya.

Sinergi Pembangunan Infrastruktur Permanen
Kunjungan ini juga menjadi ajang koordinasi intensif antara Kementerian Sosial dan Pemerintah Kabupaten Sigi. Fokus utama pembicaraan adalah percepatan pembangunan gedung sekolah rakyat yang permanen. Program ini dirancang untuk memberikan kesempatan seluas-luasnya bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu agar dapat mengenyam pendidikan berkualitas tanpa terbebani biaya yang mencekik.
Langkah ini adalah strategi preventif sekaligus kuratif dari Kemensos untuk mengatasi fenomena anak tidak sekolah (ATS) dan anak-anak yang berpotensi putus sekolah karena kendala ekonomi. Gus Ipul menekankan bahwa investasi terbaik sebuah bangsa bukan hanya pada gedung, tetapi pada akses pendidikan yang merata.
“Kita sedang berpacu dengan waktu menuju 2045. Jika kita gagal menyelamatkan anak-anak yang putus sekolah hari ini, kita kehilangan momentum emas. Oleh karena itu, percepatan pembangunan fasilitas permanen di Sigi adalah harga mati agar proses belajar mengajar semakin nyaman dan aman,” ungkapnya secara lugas.
Menutup Celah Kesenjangan
Menutup kunjungannya, Gus Ipul kembali mengingatkan bahwa Sekolah Rakyat adalah garda terdepan dalam memutus rantai kemiskinan. Dengan memberikan pendidikan berkualitas yang ditopang oleh teknologi modern namun tetap menjunjung tinggi nilai budaya dan literasi, pemerintah optimis bahwa putra-putri dari Sigi akan menjadi bagian penting dari pemimpin masa depan Indonesia.
Harapan besar kini tertumpang pada pundak para tenaga pendidik di SRMP 22 Sigi untuk terus mengawal pemanfaatan fasilitas ini secara berkelanjutan. Dengan dukungan infrastruktur yang memadai dan kurikulum yang adaptif, mimpi Indonesia Emas 2045 kini bukan lagi sekadar slogan, melainkan realitas yang sedang dibangun dari ruang-ruang kelas di Sigi.





