Serbakabar.com- JAKARTA– Menyongsong era digitalisasi yang kian masif, SMP Nahdlatul Wathan Jakarta melakukan langkah progresif dalam kurikulum pembelajarannya. Siswa-siswi kelas IX dijadwalkan segera memulai praktik pembuatan Robot Line Follower, sebuah proyek teknologi yang mengintegrasikan logika pemrograman dengan perangkat keras (hardware).
Kegiatan ini merupakan bagian inti dari mata pelajaran Informatika yang diampu oleh Putra Herdianto, S.Kom, Gr. Praktik ini bertujuan memberikan pengalaman belajar berbasis proyek (Project Based Learning) agar siswa mampu memahami cara kerja sensor dan otomasi secara mendalam.
Mengenal Robot Line Follower dalam Kurikulum Informatika
Robot Line Follower adalah robot otomatis yang dirancang untuk mendeteksi dan mengikuti jalur garis yang telah ditentukan. Dalam praktiknya, siswa akan belajar mengenai sistem kendali tertutup sederhana menggunakan sensor inframerah sebagai “mata” dari robot tersebut.
Menurut Putra Herdianto, S.Kom, Gr., praktik ini tidak hanya sekadar merakit komponen, tetapi juga melatih ketajaman berpikir kritis siswa dalam menyusun algoritma.
”Fokus utama kami adalah membangun logika berpikir. Siswa akan belajar bagaimana menerjemahkan instruksi ke dalam kode, sehingga robot dapat bergerak mengikuti lintasan dengan presisi. Ini adalah dasar penting dalam dunia robotika,” jelasnya.
Tahapan Praktik: Dari Teori ke Aksi
Program ini dibagi ke dalam beberapa tahap krusial untuk memastikan setiap siswa menguasai kompetensi dasar teknologi:
1. Pengenalan Komponen: Mempelajari fungsi motor driver, sensor photodiode, hingga mikrokontroler.
2. Coding & Logika Pemrograman: Menyusun algoritma dasar “Jika sensor melihat hitam, maka motor bergerak”.
3. Uji Coba Lintasan: Mengkalibrasi sensitivitas sensor di atas banner lintasan khusus berukuran besar agar robot tidak keluar jalur.
Membangun Skill Masa Depan Berbasis STEM
Kehadiran praktik robotika di SMP Nahdlatul Wathan Jakarta menunjukkan komitmen sekolah dalam mendukung pendidikan berbasis STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics). Selain mengasah kemampuan teknis, siswa juga dilatih untuk bekerja sama dalam tim dan menyelesaikan masalah teknis (troubleshooting) yang muncul saat perakitan.
Antusiasme siswa kelas IX terlihat sangat tinggi menyambut kegiatan ini. Hasil karya robot terbaik nantinya direncanakan akan dipresentasikan di hadapan warga sekolah sebagai bentuk apresiasi atas kreativitas dan inovasi teknologi yang telah mereka ciptakan.





